KOMEDI DALAM KESEDIHAN (RESENSI NOVEL DO DROP OUT)



KOMEDI DALAM KESEDIHAN

Judul Buku                        : DO (Drop Out)
Penulis                               : Arry Risaf Arisandi
Editor                                : Christian Simamora
Poofreader                        : Fitria Sis Nariswari
Desain Sampul                   : Faza Meonk, Levina Lesmana
Ilustrasi Sampul                  : Fauzy Zulvikar
Penata Letak                      : Wahyu Suwarni
Penerbit                              : Gagas Media
Alamat Penerbit                  : Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur-Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630
Distributor Tunggal              : Trans Media
Alamat Distributor Tunggal  : Jl. Moh. Kahfi 2 No 13-14, Cipedak-Jagakarsa, Jakarta Selatan 12640
Cetakan                              : Pertama, 2006
Tebal Buku                          : (vi + 229) halaman
ISBN                                   : 978-979-780-654-5
Harga Buku                          : Rp. 35.000


Novel berjudul DO Drop Out ini adalah hasil karya seorang penulis yang bernama Arry Risaf Arisandi. Arry lahir di Garut, kota kecil di Jawa Barat, ia tumbuh menjadi seorang cowok yang keren yang tidak tahu arti kata keren. Novel DO Drop Out ini adalah novel pertama yang ditulis oleh Arry. Jadi, novel DO ini adalah dasar pemikiran yang digunakan oleh Arry untuk menulis novel – novel yang berikutnya. Ada empat novel yang telah ditulis oleh Arry, yaitu DO Drop Out, Cewephobia, Metal vs Dugem, dan XX. Jika dibandingkan dengan novel Arry yang lain, novel berjudul DO Drop Out inilah yang menurut saya bagus. Novel DO Drop Out ini juga memiliki rating yang sangat tinggi. Banyak remaja yang menyukai novel ini karena ceritanya yang lucu. Dalam menulis sebuah novel, Arry memiliki ciri khas sendiri, yaitu ia selalu menulis novel bergenre komedi dan romantis yang cocok untuk para remaja, serta bahasa yang digunakan oleh Arry dalam menulis kalimat adalah bahasa yang sedang tren saat ini. Jadi, tidak akan membuat para remaja berpikir dua kali untuk membacanya. Keunikan dari novel DO Drop Out ini yaitu covernya yang berbentuk landscape sedangkan isinya portrait.


Jemi adalah seorang mahasiswa abadi yang dari kecil tidak punya cita – cita. Waktu masih SD, temen – temennya ada yang ingin jadi guru, pengusaha, bahkan ada yang ingin menjadi tabib. Tetapi Jemi tidak ingin menjadi apa – apa.

“ Kamu harus punya cita – cita, Jemi,” kata gurunya.
“ Semua temen – temenmu punya cita – cita. Agnes ingin jadi guru, dan Susi ingin jadi pengusaha seperti bapaknya. Kamu ingin jadi apa ?”.
“ Baiklah kalo memang harus punya cita – cita, saya pengen jadi suaminya Susi !”
“ Kamu nggak boleh bercita – cita menjadi cowok matre, Jemi ! Pikirkan lagi !”

           
Itu kali pertama dan kali terakhir Jemi memikirkan cita – cita. Sampai dewasa, dia tetap lebih suka membiarkan hidupnya mengalir seperti banjir yang menyusahkan banyak orang. Dia ikuti kemana saja angin meniupnya. Niatnya kuliah di jurusan Sastra Rusia malah terdampar di jurusan Akuntansi. Tiap kuliah kerjaanya Cuma menggambar pohon dan pohon. Catatan kuliah jadi pohon, buku jadi sejuk, dia jadi bodoh.

           
Temen – temen kuliah seangkatannya sudah pada lulus semua, bahkan ada yang sudah meninggal, Jemi masih setia kuliah sampai tahun ketujuh dan belum juga ada tanda – tanda dia akan segera lulus. Jemi menganut prinsip “ Akan terus menuntut ilmu sampai ke liang kubur. Kampus tidak mengijinkan Jemi kuliah sampai mati. Dia harus lulus tahun ini kalao tidak mau di drop out.
    
Dengan bantuan Leah, bekas seniornya yang sudah jadi dosen, dan Doktor M, dosen Statistik yang menyebalkan, Jemi berjuang mati – matian menghindari DO.

  Keunggulan novel DO Drop Out ini adalah pertama, covernya yang menarik, yang dapat menarik perhatian pembaca. Kedua, judulnya yang membuat orang penasaran karena biasanya kata DO Drop Out membuat orang menjadi berpikir akan membosankan, tetapi ceritanya sangat tidak membosankan malah membuat orang menjadi terhibur. Ketiga, bahasanya yang mudah dimengerti oleh pembaca, sehingga pembaca tidak bosan. Keempat, kalimatnya yang tidak berbelit – belit, sehingga pembaca tidak perlu terlalu bingung untuk mengerti inti dari permasalahannya. Kelima, akhir dari setiap sub bab dengan sub bab baru saling berkaitan, sehingga pembaca tidak perlu mereview sub bab sebelumnya untuk membaca sub bab yang baru.
Kelemahan novel DO ini adalah pertama, terdapat kalimat yang tidak layak untuk remaja, seperti “ Mereka ngantre di depan pintu kamar mandi sambil menjepit tabloid porno. Di sini, porno adalah seni “. Kedua, akhir dari cerita yang menggantung, karena setelah Jemi dipastikan terkena DO, tidak ada yang membahas hubungan antara Jemi dengan Leah lagi.

           
Jika dilihat dari rumusan kerangka buku, novel DO Drop Out itu sudah tersusun secara rapi dan bagus. Mulai dari prolognya hingga akhirnya. Dan juga, sub bab – sub bab yang ada dalam novel DO Drop Out ini saling berhubungan. Sehingga, para pembaca menjadi tidak bingung untuk membaca novel ini.


Novel DO Drop Out ini memiliki gaya bahasa yang mudah untuk dipahami. Ada beberapa kalimat yang menggunakan majas. Tetapi arti dari kalimat itu sendiri mudah untuk dimengerti. Gaya bahasa yang diapakai dalam novel ini juga sangat bagus, tidak ada kalimat yang tidak efektif.


Novel Do Drop Out ini lebih ditujukan kepada para remaja SMA atau anak kuliahan, karena dilihat dari genre novel ini sendiri, yaitu komedi dan romance. Sayangnya, novel ini tidak banyak menyinggung tentang nilai – nilai moral dalam kehidupan, seperti bagaimana seorang mahasiswa menghormati dosennya ataupun sebalikya. Selain itu, dalam novel ini tidak mencantumkan nilai – nilai budaya yang ada di Indonesia. Sehingga pembaca sebaiknya tidak meniru sisi – sisi negatif yang banyak terdapat dalam novel ini. Karena sebenarnya novel ini bertujuan untuk menghibur dan menghilangkan stress para pembacanya.

Karya Wahyu Haykal Rahmanda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MARAH

Money is a Barrier in College